Fasiilitator Muhammadiyah Dilatih Literasi oleh INOVASI

INDONESIASATU.CO.ID:

MALANG – Menindaklanjuti kerjasama Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) dengan Muhammadiyah, pada 9 – 11 Desember 2018 kemarin sebanyak 34 Fasilitator Muhammadiyah mengikuti Lokakarya Literasi Dasar Bagi Fasilitas Daerah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) se-Jatim di Malang.
Juprianto, Spesialis Edukasi dari INOVASI Jatim menjelaskan pelatihan literasi dasar bagi fasilitator inti dari PWM Jatim merupakan langkah awal setelah dijalinnya kerjasama antara INOVASI dengan PWM Jatim. Dalam lokakarya yang diselenggarakan selama 3 hari ini, diikuti 43 guru, dimana 35 guru diantaranya merupakan perwakilan guru dari sekolah dasar yang berada dibawah perserikatan Muhammadiyah Jatim, dan sisanya merupakan Fasilitator Daerah dari Kecamatan Sukapura Probolinggo. Peserta lokakarya dari Muhammadiyah sendiri berasal dari Kabupaten Jember, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Sidoarjo.
“Lokakarya literasi dasar ini diperuntukan bagi para guru kelas awal, yakni guru kelas 1-3 SD dan MI. Harapannya dengan mengikuti kegiatan lokakarya ini, para fasilitator Muhammadiyah dapat mengembangkan keterampilan literasi di kelasnya maupun kepada guru lainnya,” kata Jupri.
Lebih lanjut menurutnya, para peserta akan diberikan materi tentang persiapan pengembangan pola pikir, Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM), pengelolahan kelas, memahami kompetensi dasar, apa dan mengapa literasi, pembuatan buku besar (big book), kesadaran fonologis, membaca kata, membaca lancar, membaca pemahaman, dan keterampilan menulis.
Selama mengikuti lokakarya, banyak kesan dan pengalaman baru yang dirasakan para peserta dalam memahami dan menerapkan metode literasi yang lebih efektif dan menyenangkan. Ahmad Samaji, guru SDN Ngadisari 2 Kabupaten Probolinggo mengakui lokakarya literasi dari INOVASI telah membuka pemahamannya tentang bagaimana cara belajar membaca yang cepat dan menyenangkan bagi siswa kelas 1 SD, dengan metode pembuatan buku besar.
“Setelah mengikuti pelatihan ini, metode buku besar ini merupakan metode yang sangat efektif dan menyenangkan dalam belajar membaca, karena siswa diajak untuk fokus sehingga lebih cepat memahami dan menghafal,” jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan Dani Prastiani, guru dari SD Muhammadiyah 1 Jember. Menurutnya, materi fonologi ternyata sangat efektif agar siswa dengan cepat menghafal dan memahami huruf, sehingga akan lebih cepat pula untuk belajar membacanya.
Enik Chairul Umah, Wakil Ketua Program PWM Jatim mengungkapkan tindaklanjut dari kegiatan lokakarya ini, dia mengharapkan seluruh guru dan kepala sekolah yang terlibat adalam pelatihan wajib menerapkannya di sekolah masing-masing. Dia juga akan menyiapkan strategi untuk melatih / diseminasi ke guru kelas awal di sekolah sasaran dalam KKG FGM (KKG Forum Guru Muhammadiyah) di masing masing kabupaten.*

 

  • Whatsapp

Index Berita